Skip to main content

Review Novel Beautiful Goodbye

Beautiful Goodbye (Saat Terindah Untuk Berpisah)Beautiful Goodbye by Kunthi Hastorini
My rating: 4 of 5 stars

Novel keren, tentang percintaan dalam kemelut, yang disebabkan oleh kasus korupsi yang melibatkan banyak orang.

View all my reviews

Comments

Popular posts from this blog

PUISI DIGITAL (KAJIAN REPRODUKSI ANTOLOGI PUISI DIGITAL CYBERPUITIKA-2002)

Oleh: CUNONG N. SURAJA PENDAHULUAN Membicarakan puisi digital berkaitan erat dengan kelompok penggiat sastra internet atau sastra cyber yaitu Yayasan Multimedia Sastra (YMS). YMS didirikan pada 2 Maret 2001 oleh pecinta dan pencipta karya sastra, yang selama ini berhubungan secara tertulis melalui mailing list penyair@yahoogroups.com , puisikita@yahoogroups.com , dan gedongpuisi@yahoogroups.com memanfaatkan media internet yang saat ini ada dan tersedia di hampir semua tempat, di rumah, di kantor, di sekolah, di perjalanan, di pusat perbelanjaan, di warung-warung internet (warnet atau cyber cafe) untuk pengembangan sastra dengan disahkan akta notaris Evawani Alissa Chairil Anwar. YMS bertujuan mendukung aktivitas insan pencipta karya sastra dan pecinta (penikmat) sastra dalam mengembangkan sastra dalam berbagai media dan mempunyai situs (homepage) http://www.cybersastra.net sebagai pusat informasi sastra. Nama cybersastra merupakan nama situs milik YMS sebagai media publikasi ka...

FENOMENA SASTRA INDONESIA MUTAKHIR: KOMUNITAS DAN MEDIA

Oleh: Nanang Suryadi Komunitas Sastra Meneropong sastra Indonesia mutakhir, tidak cukup hanya berbicara perkembangan satu dua tahun terakhir. Walaupun mungkin selama setahun dua tahun terakhir ada suatu perkembangan hebat yang terjadi. Fenomena komunitas sastra, misalnya, sebenarnya bukan merupakan hal yang baru di jagad sastra Indonesia. Lebih dari sepuluh tahun lalu Komunitas Sastra Indonesia sudah mengidentifikasi berbagai komunitas sastra (seni dan budaya) yang ada di tanah air. Komunitas Sastra Indonesia memberikan definisi komunitas sastra sebagai: “kelompok-kelompok yang secara sukarela didirikan oleh penggiat dan pengayom sastra atas inisiatif sendiri, yang ditujukan bukan terutama untuk mencari untung (nirlaba), melainkan untuk tujuan-tujuan lain yang sesuai dengan minat dan perhatian kelompok atau untuk kepentingan umum.” (Iwan Gunadi, 2006) Dengan melihat definisi tersebut, jika kita tengok dari perjalanan sastra Indonesia baik yang tercatat maupun yang tidak seb...